Image default
Go BudayaGo EventGo Malang

Grebeg Maulid Nabi ke-16 di Pondok Pesantren Qodiriyah Sulaimaniyah Indonesia: Perayaan Menghormati Kelahiran Nabi dalam Tradisi Unik

Tema: Adakah Rindu dan Cinta, Hormat dan Taat kepada Baginda Rasulullah Muhammad SAW pada Kehidupan diriku dan diri kita?

Perayaan Agama dengan Rangkaian Acara yang Luar Biasa

Pondok Pesantren Qodiriyah Sulaimaniyah di Desa Gunungrejo, Kecamatan Singosari, Indonesia, telah menjadi tuan rumah untuk perayaan Grebeg Maulid Nabi selama 16 tahun. Grebeg Maulid Nabi adalah momen yang istimewa untuk menghormati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi lebih dari itu, acara ini mempromosikan persatuan dan kesatuan umat Islam. Acara ini berlangsung selama 2 hari 2 malam non-stop, dan berikut adalah rangkaian acara yang luar biasa.

Mengawali dengan Sunatan Massal dan Lomba-lomba Anak

Perayaan dimulai pada hari Sabtu, 14 Oktober 2023, dengan Sunatan massal yang diadakan oleh petugas berpengalaman dari RST Soepraoen Kota Malang. Acara ini mengumpulkan berbagai kalangan masyarakat untuk merayakan momen yang bersejarah ini. Selain itu, anak-anak juga berpartisipasi dalam berbagai perlombaan yang meriah, termasuk lomba mewarnai untuk kelompok usia TK dan SD, serta perlombaan Tahfidz (penghafalan) Al-Qur’an.

Festival Al-Banjari: Menyatukan Semangat dalam Pertanyaan Penting

Malam Sabtu diteruskan dengan Festival Al-Banjari yang memukau, melibatkan 50 peserta dari seluruh Jawa Timur. Festival ini memiliki tema yang mendalam, yakni ‘Adakah Rindu dan Cinta, Hormat dan Taat kepada Baginda Rasulullah Muhammad SAW pada Kehidupan diriku dan diri kita?’ – sebuah pertanyaan yang menginspirasi introspeksi dan persatuan umat Islam.

Grebeg Maulid Nabi ke-16 di Pondok Pesantren Qodiriyah Sulaimaniyah Indonesia
Grebeg Maulid Nabi ke-16 di Pondok Pesantren Qodiriyah Sulaimaniyah Indonesia

Karnaval Desa dan Seni Pertunjukan yang Memukau

Pada hari Minggu, Grebeg Maulid berlanjut dengan Karnaval Desa yang menampilkan 24 peserta dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk RT, RW, dan beberapa kampung. Acara ini semakin meriah dengan penampilan band Duo Ethnic Holic, santri Anjangsono, dalang kocak Ki Ompong Sudarsono, dan tarian Sufi yang memukau selama 2,5 jam.

Puncak Acara: Pengajian Akbar dengan Peserta Ribuan

Puncak Grebeg Maulid adalah Pengajian Akbar pada hari Minggu, yang dihadiri oleh ribuan peserta dari seluruh Indonesia. Acara ini menyatukan berbagai lapisan masyarakat, termasuk TNI, Polri, santri, dan anak jalanan, dengan ceramah dari Habib Hasan BSA, Khodimul Dalailul Khoirot, Prof. H.M Mas’ud Said, MM., P.Hd, direktur Pasca Sarjana Universitas Islam Malang, serta ceramah kedua dari Habib Hadi Al-Kaff dari Malang.

Grebeg Maulid Nabi ke-16 di Pondok Pesantren Qodiriyah Sulaimaniyah Indonesia
Grebeg Maulid Nabi ke-16 di Pondok Pesantren Qodiriyah Sulaimaniyah Indonesia

Mengukuhkan Persatuan dan Kesatuan dalam Grebeg Maulid ke-16

Penggagas Grebeg Maulid Nabi, Gus Indra Perkasa, dan Pelaksana Lapangan, Gus Agung Perkasa, berharap bahwa melalui Grebeg Maulid, semangat persatuan dan kesatuan umat Islam akan semakin kuat. Mereka mengingatkan bahwa perayaan ini bukan hanya merayakan kelahiran Nabi, tetapi juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga NKRI dan menjaga keamanan di desa.

Grebeg Maulid Nabi ke-16 adalah contoh nyata komunitas yang kuat dan komitmen untuk melestarikan tradisi serta memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan semangat persatuan. Acara ini terselenggara tanpa bantuan sponsor, berkat inisiatif mandiri dari Panitia, Pondok Pesantren, dan warga desa Gunungrejo, menunjukkan rasa cinta dan penghormatan yang mendalam terhadap junjungan umat Islam.

Related posts

Raffi Ahmad Mendadak Ragu Mau Naik Haji Padahal Tinggal Hitungan Hari, Suami Nagita Bisa Jadi Batal

rizky_EM

Pengasuh Pondok Pesantren di Malang Melecehkan Santriwatinya

sinta

Amanda Manopo Jajal Jadi Artis TikTok, Totalitas Bikin Konten Ditonton 9,5 Juta Followers

sinta

Leave a Comment