Image default
breaking newsGo MalangGo Sport

Inikah Event Half Marathon tergagal dan terburuk sepanjang masa? Fakta Di Balik Ms Glow Marathon 2023

The Malang Maraton 2023

Pertama, seperti kebiasaan yg sudah berjalan selama bertahun-tahun ini bahwa setiap abis race, aku selalu mbuat review atau sekedar Corat Coret tentang event yg berlangsung.
Dari yg sekedar iseng akhirnya menjadi sebuah kewajiban yg apabila belom aku tulis maka teman2 seantero Nusantara jadi nagih dan neror aku. Resiko wes.
Setelah ratusan event yg aku tulis, baru kali ini aku merasakan kebingungan harus memulai dari mana. Sampai 3 hari aku belum dapat ide mau memulai dari mana mengulas The Malang Maraton.
Tapi berhubung sampai hari ini semakin banyak yg japri maupun chat di grup menuntut mana review nya. Ya wes lah, dengan segala niat akhirnya aku harus memberanikan diri untuk menulis tentang event The Malang Maraton. ๐ŸŒž
Kedua aku hanya menulis apa yg aku ketahui, aku lihat, aku dengar, aku saksikan, aku lakukan di event ini. Kecuali jika tau dari sumber lain maka aku dahului dengan katanya. Seperti ratusan review selama ini.
Ketiga tidak ada maksud apapun, aku hanya ingin menyampaikan apa yg ada. Jadi mohon maaf apabila ada pihak2 yg merasa tersinggung atau sakit hati. ๐Ÿ™ Tapi bersyukurlah jika Anda sakit hati, itu tandanya Anda masih punya hati ๐Ÿฉท
Oke ya, siap. Yuk kita mulai. Let’s gooooo.
Gaesss, di The Malang Maraton (Malmar) ini aku bukan sebagai peserta, juga bukan sebagai panitia. Aku juga bukan volunteer. Tapi aku jadi bagian dari tim Pacer, itupun aku cuma Pacer yg 5km sub 35menit. Byk yg heran kok aku cuma ambil yg 5km. Sekedar info saja bahwa hari Sabtu aku ikut MSC 60 km (real 64km). Jadi untuk menghindari hal2 yg tdk diinginkan, aku ambil Pacer 5km saja. ๐Ÿ™
Terimakasih kepada koordinator Pacer karena telah memberikan kepercayaan padaku untuk menjadi bagian dari Pacer Malmar. Matursuwun atas kesempatannya.
Ngomong2 soal Pacer, terimakasih kepada panitia & sponsor karena semua Pacer diberikan sepatu Ardiles. Tapi karena sepatu dibagikan hari kamis malam, maka untuk kategori 21km tidak wajib dipakai. Karena jarak jauh butuh dibiasakan dulu, akan rawan jika pakai sepatu baru. Sementara untuk 10 & 5 km wajib dipakai. Aman lah.
Trusโ€ฆ.. Aku finish MSC Sabtu jam 11 malam, istirahat 1 jam. Lalu jam 12 malam mandi ๐Ÿ’ฆ di Kaliandra. Jam 1 dinihari otw Malang ๐Ÿ›ต. Tidak tidur sama sekali. Jam 2:40 aku sampai di venue Malmar. Lihat gate start finish masih dipasang, terlihat beberapa pekerja masih memasang banner dll, pagar pembatas area start masih belum berdiri.
Next aku keliling venue, lihat panggung masih ditata, banyak crew panggung yg melaksanakan tugasnya.
Jam 3:30 an sudah mulai ada satu satu peserta yg datang.
Dari sinilah drama dimulai ๐Ÿ˜Š
Peserta yg datang pada tanya ke aku: parkir motor dimana. Toilet dimana. Mushola dimana.
Karena udah mau Subuhan.
Lhaโ€ฆ. Mmmm gawat wes.
Akhirnya aku tunjukkan ig Malmar, parkir disini, toilet disini.
Tapi ternyata parkir belom ada yg buka.
Akhirnya aku menyarankan peserta untuk parkir di depan stasiun. Tapi karena beberapa peserta dari luar kota, Pasuruan, Blitar, Surabaya dll gak tau. Akhirnya aku harus antar mereka semua ke parkir stasiun. Bahkan aku ijin ke kang Parkir: Mas, mungkin abis ini akan banyak peserta lari yg parkir disini, tolong dibantu ya
Kang Parkir bilang: iya, oke.
Waktu itu mas Edwin & Alvin juga ikut parkir, termasuk beberapa peserta luar kota.
Wes, parkir beres.
Lalu ada banyak yg tanya mushola, akhirnya aku sarankan ke Masjid Ahmad Yani, walopun lumayan jauh, tapi itu satu2nya yg bisa diakses dari venue.
Toiletโ€ฆ.. Belom ada, aku gak tau. Beberapa yg tanya, aku jawab maaf saya tidak tahu
Jam 3:50an aku lihat Coach Mathias Ibo dan temannya mondar2 di venue. Lalu menghampiri aku: Mas, bag drob dimana?
Aku langsung: wah, belom buka mas.
(Padahal aku gak tau) ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ
Mathias mondar mandir hampir 6 kali mencari bag drob. Terlihat bingung, meybe ๐Ÿคฃ
Setelah itu satu dua tiga sepuluh lima puluh peserta datang.
Semua pada bingung mau ngapain, karena belom ada panitia yg datang. Semua tenda masih gelap, panggung masih mati, apalagi di venue. Ada beberapa volunteer tapi mereka juga kelihatan bingung mau ngapain.
Waktu berlalu dgn cepat. Peserta udah menumpuk. Akhirnya bag drob buka dan di serbu peserta yg mau nitip.
Karena sound belum hidup, aku Wira Wiri ngasih tau kalo drob bag udah buka. Yg mau nitip barang segera ke tenda โ›บ bag drob.
Aku lihat 2 volunteer yg di bag drob agak gupuh melayani peserta.
Jam 4an aku ke start dan gate udah 90%.
Lalu aku ambil balon Pacer yg di antar mbak balon ๐ŸŽˆ๐ŸŽˆ. Balon ini baru pesan tadi malam lho ya, untung masih bisa jadi. Ini malah Tim Pacer /koordinator yg membelikan ๐Ÿฅฐ.
Akhirnya balon aku bagikan ke semua Pacer.
Jam 4:50 venue start full peserta. Kurang 10 menit tapi sound belom nyala. Sampai jam 5 ternyata sound belom hidup juga. ๐Ÿ˜ญ
Akhirnya start benar2 molor. Juga karena menunggu pembukaan.
Start molor sekian menit. Dan ini sudah sesuatu yg fatal di event HM.
Ketika MC mau menghitung 123, kooor terdengar peserta: menyanyikan lagu dulu, Indonesia Raya dulu, lagu wajib dulu hoeeee dll dll teriakan peserta. Terdengar kasak kusuk yg minta menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Untungnya MC tanggap.
Dan akhirnya: mari kita menyanyikan lagu Indonesia Raya, dari hitungan 1,2,3โ€ฆ.
Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉโ€ฆโ€ฆ dan bla bla bla seterusnya
Tanpa musik
Tanpa pemimpin lagu ๐Ÿ˜Œ
Sebelum start tidak ada pemanasan. Wes pokoke peserta pemanasan dewe2. Resiko kram dan cidera ditanggung peserta yg tidak pemanasan.๐Ÿ˜ค
Tidak ada sambutan RD. Terdengar ada yg nggremeng: ini RD nya mana, ketua panitia siapa. dll
Tanpa ๐ŸŽบ๐ŸŽบ, tanpa kembang ๐Ÿ”ฅ๐ŸŽ† , tanpa pita start finish, akhirnya start diberangkatkan Juragan 99 Mas Gilang
(Bendera start ๐Ÿ๐Ÿaku gak tau ada apa enggak, karena pas start aku melipir ke belakang). Tapi kayaknya gak ada dech.
Apesnya karena sound di start ini kecil dan jangkauan terbatas, akibatnya antrian/deretan peserta yg di belakang tidak dengar.
Sampe ada peserta protes: lha sound sistem nya kayak mau acara tahlilan aja, kecil gak kedengaran ๐Ÿซฃ
Aku yg melipir ke belakang jadi harus woro2 dan teriak2: HM start, HM start. BIB hijau ayo startโ€ฆ. Duhhh sampe tenggorokan sakit.
Karena ada beberapa peserta HM masih enak enakan berdiri gak nyadar kalo udah start.
Sementara tidak ada panitia di sepanjang start line. Tidak ada pembatas antar kategori.
Secara biasanya kan ada entah Tampar, Tali Rafia, Cone , Police Line dll yg membatasi tiap kategori.
Lha ini gak ada sama sekali dan gak ada panitia. ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ Jadi aku teriakin yg HM dan yg masih belom sadar kalo udah start.
Selang 15 menit 10 km diberangkatkan Pak Walikota Malang.
Dan kejadian yg tadi terjadi lagi.
Ada beberapa peserta 10km gak tau kalo udah start. Akupun harus kembali teriak2 lagi: BIB merah srat, BIB merah start. 10km start. Tenggorokan sakit lagi untuk kedua kalinya ๐Ÿคฃ
Selang 15 menit, yg 5km pun berangkat. Dan akupun ikut ngaspal dgn Pace 7.

Rute 5km
Dari start – finish aku gak melihat Marshal, jadi bertanya2 apakah mataku udah rabun ๐Ÿ™ˆ
Hanya ada beberapa Pak Polisi yg berdiri di beberapa titik. Itupun hanya berdiri tanpa ngasih petunjuk harus kemana. Tapi karena rute 5km mudah, dan semua Pacer udah hafal, oke gak masalah. Rute mmg TDK steril, di beberapa titik masih banyak sekali kendaraan masuk jalur pelari, karena juga gak ada cone pembatas. Jadi ketika menyeberang atau potong jalan, harus ekstra hati-hati dan lihat ke belakang.
Sebagai informasi, sesuai rute bahwa semua kategori harusnya masuk kedalam stadion Gajayana. Tim Pacer ku pas mau kedalam stadion Gajayana ternyata gak jadi. Karena sama pak Polisi yg jaga tidak diarahkan masuk dan pintu stadion ternyata terlihat cuma buka sedikit. Ini ada apa, kami para Pacer agak heran. Dan semua peserta didepan juga gak ada yg masuk stadion Gajayana. Akhirnya tindakan cepat kita ambil, kami gak masuk stadion dan langsung putar balik ke rute selanjutnya hingga finish.
Jarak yg harusnya 5km akhirnya hanya terekam 4,55 an km. Berarti jika tadi masuk stadion Gajayana maka pasti pas 5km.
Ketika semua kategori finish, aku dihampiri crew yg jaga chip time di dalam stadion Gajayana. Katanya hanya ada 7 peserta dari semua kategori yg masuk stadion. Hanya 7 peserta saja.
Disini udah gak beres. Berarti selain 7 peserta itu, semua potong rute. Kalo mmg ada perubahan rute, kami tidak tau karena tdk ada info. Tapi jika rute dirubah, harusnya di dalam stadion sudah gak perlu ada chip time. ๐Ÿฃ
Apakah belom dapat ijin dari pengelola stadion, ataukah petugas yg membukakan pintu stadion telat datang, ataukah memang rute ganti. Gak ada yg tahu. Cobalah bertanya pada rumput yang bergoyang ๐ŸŽ‹๐ŸŒฟ.
Untuk rute 10 & 21, aku gak tau gimana kondisinya.
Katanya banyak yg kesasar, yg 10 km jadi 11-12 km. Yg HM jadi 22-24 km. Ada yg naik sampai Dieng Atas, ada yg sampai flyover dll. Sedih mendengar peserta yg kesasar. Dan ini gak satu dua peserta, tapi banyak sekali. Bahkan peserta dari kota Malang banyak yg ikut kesasar di kota sendiri ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚.
Rute yg lewat Ijen harusnya belok, tapi karena ada CFD dan Senam Pagi, ternyata sama petugas (satpol PP / polisi) tidak boleh diterjang. Akhirnya Pacer di kategori itu ambil tindakan cepat dgn lurus jl. Ijen. Jadi kalo ada yg bilang Pacer gak tau rute, tidak 100% benar ya.
Karena semua Pacer udah hafal rute yg diberikan. Tapi dilapangan ternyata ada kendala diluar dugaan Pacer. Dan kami gak bisa berpikir lama, harus sat set wat wet. ๐Ÿƒโ€โ™‚๏ธ
Ada yg bilang Pacer kebanteren / terlalu cepat.
Mungkin begini: awalnya peserta ingin ngikut sub 2:15, tapi lihat / papasan dgn Pacer sub 2 jam. Akhirnya menduga Pacer terlalu kencang.
Bisa jadi pas rute sebelum tanjakan, Pacer pasti menaikkan sedikit Pace untuk deposit waktu pas nanjak. Atau pas nanjak agak pelan dan pas turunan nyarutang agak kencang. Disinilah mungkin peserta menganggap Pacer kebanteren.
Maaf, bukannya aku membela Pacer karena aku jadi Pacer. ๐Ÿค Tapi itu mmg strategi Pacer untuk tetap di Pace yg benar. Semoga bisa diterima.

Sekarang WS
Aku yg 5 km udah benar cuma dpt 1 titik WS. Tapi di WS 1 ini membangongkan๐Ÿ˜‡.
Ada air mineral. Udah benar.
Tapi kenapa berupa botolan dan yg ukuran gede untuk standar WS. Kenapa gak ditaruh di gelas seperti isotonik. Secara pelari akan kesulitan minum/membawa dari botol itu. Mbuat ribet. (Ternyata volunteer bilang kalo mmg gak ada gelasnya)
Ada isotonik. Siippp
Dan udah digelasin. Okee
Lalu ada ๐ŸŒ๐ŸŒ. Lha, baru 2km udah dikasih pisang. Pastinya gak ada yg ambil, atau sedikit saja yg ambil. Harusnya pisang ditaruh di km 7 keatas. Yo wes lah anggep aja bonus.๐Ÿฅฐ
Trus yg terlihat memprihatinkan ternyata logistik WS ini ditaruh diatas aspal. Diatas kardus. Tanpa meja, tanpa tenda. Ya ampunnn, mejanya kemana Mbang Bambang.๐Ÿค“. Untuk sebuah event HM ada WS ditaruh diatas aspal. Sungguh mbuat Herman dech.
Trus Titik WS 1 ini terlalu dekat. Seingatku masih belom 2,5km, kayaknya masih 1,7 apa 1,8 km gitu. Yo weslah, aku rapopo.
WS yg 10 & 21 km aku gak tau lho ya, silahkan cari info sendiri.

Refreshment di finish
Cuma ada air putih dan isotonik
Yg finish duluan masih aman. Bisa ambil air putih dan isotonik dgn nyaman. Tempat refreshment sebenarnya sudah ideal, sekian puluh meter setelah finish. Tapi yg mbuat amburadul adalahโ€ฆโ€ฆ Area finish menuju refreshment ini tidak ada panitia satupun. Jadi setelah peserta finish, jadi menumpuk disini. Akhirnya peserta bingung nyari refreshment nya dimana. Alhasil banyak peserta yg mengira gak ada refreshment dan langsung selonjoran disepanjang area dari finish ke refreshment.
Harusnya minimal ada 2-5 panitia yg membuat steril area ini, sehingga begitu peserta finish langsung diarahkan terus lurus ke venue utama.
Ingat ya, aku cuma Pacer setelah finish sebenarnya tugasku selesai. Tinggal duduk santai. Tapi melihat sikon yg amburadul dan memanas, aku pun gatel . Akhirnya untuk ketiga kalinya tenggorokan harus kena imbasnya. Aku harus mondar mandir sambil teriak2: WS didepan, air putih, isotonik di tenda depan, yukkk maju 100 meter didepan. Oeeeee minuman didepaaaannnnnnn. Peserta yg loyo selonjoran langsung beranjak bergerak kedepan. Merasa menemukan oase ditengah gurun Sahara ๐ŸŒง๏ธ๐ŸŒง๏ธ๐Ÿ’ฆ. Dan sampai beberapa waktu aku terus mengarahkan peserta untuk ke refreshment. Sampe aku cafekkk dan aku memutuskan menyingkir. Karena udah lelahhh.
Niat mau menyingkir pun batal, beberapa finisher tercepat pada nggruduk aku:
mas aku podium,
mas mana kalung potensial ku,
mas aku walopun kesasar aku tetep didepan,
mas aku nomor 1 tapi gak dikawal mashalbike
Mas,mas, mas, mas
Dan aku makin stress
Akhirnya aku ke finish, tanya volunteer yg bagian finish. Mana kalung potensial podium. Kok gak diberikan pada top five.
Ternyata oh ternyataโ€ฆ.. Tidak ada kalung potensial podium.
Lalu aku tanya, trus penentuan podium gimana.
Dijawab: sudah aku tulis di hp.
Astaganagaaaaa โ€ฆ
350 kali ikut race, baru kali ini ada podium ditulis di hp.
Waitttt ini bukan kesalahan volunteer di finish. Harusnya panitia sudah mempersiapkan potensial podium card. Justru ditulis di hp adalah ide spontan volunteer.
Aku cek hp nya, sudah ditulis 10 – 15 besar finisher pertama.
Aku masih gatel: trus tar yg juara 1-3 darimanaโ€ฆ
Si volunteer bingung.
Oke, tar dilihat dari result , kan BIB pake chip,.
Aku yg bertanya, aku juga yg menjawab.
Akhirnya beberapa finisher yg neror aku kembali : yokpo mas, tolong aku mas, nasibku yokpo, aku banter Dewe lho, aku mburine kenya. Dan bla bla bla.
Mbak Jeany, Budhe, Ariani, Chris, Raka, Budi dll pada minta kejelasan.
Akhirnya aku jawab: tunggu hasil results time chip
Wes akhirnya aku kabur ke fisioterapi.
Lihat teman2 fisioterapi, sungguh ngenes pingin nangis๐Ÿ˜ญ
Fisioterapi tanpa tenda, tanpa tempat yg memadai. Matras cuma ditaruh di atas aspal beratapkan langit biru di angkasa ๐Ÿค–
Babah wes, akupun minta fisioterapi. Aku bilang ke mas nya: mas tolong bantu kakiku cuapekkkk, abis 64km 19 jam, trus 5km.
Akhirnya aku di fisioterapi.
Baru 3 menit fisio, ada dua peserta datang sambil melotot: mas, gawat medali 10km habis, kasihan volunter diteror peserta.
Ya ampun, opo maneh Iki. EGP, bukan urusanku, aku cuma Pacer. Jawabku.
Tapi yg lain nambahi: mas bantuo di medali, byk peserta protes.
Tuhannnn cobaan apa lagi ini.
Akhirnya fisioterapi cuma 4 menit dan aku kabur ke medali. Ternyata di situ udah byk yg protes karena medali abis.
Jalan pintas, aku bilang ke volunteer: yg gak dpt medali 10km, kasih medali 21kmโ€ฆ.. (Panitia dan RD, mohon maaf aku lancang ngasih instruksi)
Ya mau gimana lagi. Di lapangan harus sat set wat wet gak boleh letoy.
Akhirnya banyak peserta 10km dikasih medali 21km. Bahkan ada beberapa yg katanya terlanjur dikasih medali 5km.
Lha kemarin apa gak dihitung jumlah medali apa sudah sesuai dgn peserta, tanyaku pada volunteer.
Lha kami baru kumpul tadi pagi disini dan langsung dikasih medali ini, jawabnya.
Astaga, kalo pas event, ada berapa ribu medalipun aku harus hitung satu satu di H-5. Jadi bisa tau berapa jumlahnya. Walopun di kardus ada tulisan 100 aku selalu bongkar dan hitung semua medali, juga cek fisik mungkin ada medali yg cacat.
Nah ini ternyata volunteer baru menerima tadi pagi medalinya dan gak sempat hitung. Ya jangan salahkan volunteer kalo ternyata medali habis. ๐Ÿฉท
Medali aman wes, karena aku cek stok medali 21km kayaknya melimpah, jadi bisa diberikan pada peserta 10km.
Akupun beranjak mau lanjut fisioterapi lagi.
Baru berjalan 20 meter, kembali ada tsunami protes menerjang. Kali ini peserta HM dengan berapi api ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ bilang: mas mana Jersey finisher nya. Kok kami gak dikasih.
Iya, mana finisher tee nya mas.
Lho belom dapat tah, heranku.
Zonk mas, jawabnya.
Anjirrrrrr, sumpah aku pingin misuh2. Drama Indosiar apa lagi iniโ€ฆ.
Ku menangiiiisssssssssss.
Akhirnya aku kembali ke medali dan tanya: Lho Jersey finisher kok gak dibagikan.
Lha kami gak menerima Jersey mas, disini cuma ada medali tok. Jawab volunteer.
Astaga, ada teman teman rebyek, playon, maker, pete, rgo, Patria, isomlayu, pasrun, riot, Ahad dan puluhan peserta dari komunitas pada nagih Jersey finisher.
La aku kudu yokpo iki.
Bahkan ada dua peserta dari jakarta yg dengan semangat protes: kami berdua jauh2 dari jakarta, bayar mahal, tiket pesawat mahal, cek in hotel mahal, ternyata zonk, kesasar, haus, lapar, masih gak dpt Jersey.
Duhhhhh hatiku langsung tersayat sembilu, perihhhh.
Akhirnya aku spontan jawab: teman teman mohon maaf tidak ada Jersey finisher ya. Kalo mau minta dan protes silahkan chat dan DM panitia. Bisa di ig dan Tag Mas Gilang J99.
Wes pokoke ojok njaluk Jersey finisher, gak ada. titik . Jawabku.
Tapi namanya peserta, sudah bayar, sudah lari, capek. Pasti tetep menuntut hak nya. Ini sudah wajar, tidak ada yg salah jika peserta ngamuk sampe kesurupan.
Wes, titik lelahku sudah sampai ubun2, akhirnya aku balik ke fisio dan 15 menit aku minta diterapi hingga kondisi 80% normal.
Uhhhhhh lega rasanya. ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ
Abis fisio, ternyata gelombang demo terus berlanjut.
90% peserta nyari pisang, semangka, atau refreshment lainnya.
Pisang mana pisang
Semangka mana semangka
Fitbar mana fitbar
Harusnya ๐ŸŒ ๐ŸŒ yg di drob di WS 1 itu ditaruh di finish. Mungkin ini misskom pihak logistik
Akhirnya di finish semua pada laper gak ada buah, Snack dll. Intinya refreshment di finish benar2 membuat peserta emosi tingkat tinggi ๐Ÿ‘ฟ๐Ÿ‘น
ZONK
Masih bagusan Blitar
Lebih mewah Kediri kemarin
Jauh dibandingkan CTR
Event apa ini gak ada buah
Jakmar ancur, ini lebih ancur
Dan ratusan umpatan peserta yg terdengar di area finish hingga venue.
Wes rek, tokno kabeh,
Keluarkan semua uneg-uneg kalian, batinku.

Selang beberapa waktu aku ke drob bag, dan eng ing engโ€ฆโ€ฆ.. Ada beberapa karung datang. Ternyata Jersey finisher telah mendarat dengan penuh kepastian ๐Ÿ‘•๐Ÿ‘š
Mbak volunteer akhirnya membuka dan memastikan itu Jersey finisher.
Kalo ini walopun tenggorokan sakit, tapi aku teriak dgn gembira:
Oeeee Jersey finisher silahkan diambil
Yg HM yg HM yg HM
Jersey finisher di tenda drob bag
Cepetan ambil Jersey finisher
Aku kayak orang kesetanan, berjalan dari drob bag ke finish sambil teriak2 mengumumkan Jersey finisher telah ada.
Puluhan peserta yg selonjoran langsung bangkit ke drob bag.
Di finish aku udah habis suara. Tanpa ba bi bu, dengan gemas aku merebut micx yg dipegang MC.
MC kaget, biarin wes. Batinku.
Kepada semua peserta HM, segera ambil Jersey finisher di drob bag cepetannnn karena Jersey sudah datang dan TERBATAS , yg gak segera ambil, gak akan kebagian.
Aku sengaja wes bikin lelucon Jersey terbatas . Biar ada humor2nya.โคโ€๐Ÿ”ฅ
Serentak yg ada di finish berlari menuju drob bag, kayak kucing ๐Ÿˆ rebutan ikan asin. Sumpah konyol wes.
Akhirnya semua peserta HM dapat Jersey finisher.
Sambil menunggu peserta yg masih ngaspal dan belom finish.
Eitttttt. Tunggu dulu
Ternyata banyak peserta HM yg keburu pulang. Bahkan ada beberapa yg tadi emosi akhirnya BIB disobek dan dibuang ditempat sampah.
Mas temanku udah pulang, padahal belom dpt Jersey finisher
Mas, pacarku keburu ke hotel karena pingin PUP, bib nya dibawa dan gak balik kesini
Mas, bib ku udah aku buang tadi dan diangkut petugas sampah digerobak
Mas, bib ku ilang di toilet
Dll dll dll
Mboh wes, iku urusanmu jawabku ๐Ÿคฃ๐Ÿฅฒ๐Ÿคฃ
Sek rek, aku kesel ngetik
Tak ngasoh sek ambil minum.

โ€ฆโ€ฆโ€ฆ
Aku pikir drama Indosiar udah tamat. Ternyata salah.
Episode makin seru.
Aku sengaja menjauh dari finish, dan aku ke mobil Zink untuk keramas gratis. Lumayan bisa seger.
Abis keramas, baru keluar dari Zink, beberapa podium yg duduk di pojokan Balkot kembali berulah.
Mas diumumkan kapan ini juaranya.
Mas, aku harus naik panggung Yo
Mas kok suwe result e
Aku wes fix juara lho yo
Mas, mas, mas, mas, dan seterusnya.
“”Sebentar aku tanyakan MC dulu ya””
Akhirnya aku ke panggung dan ketemu taraaaaaaaaaa Mbak Raisya, si MC tercantik yg udah beberapa kali satu event.
Mbak ini podium diumumkan kapan, jam berapa. Tanyaku.
Ya kami di panggung menunggu MC yg di finish Mas, jawab mbak Raisya cantik.
Akhirnya aku harus ke finish lagi, soalnya budhe, mbak Jeany, Ariani, Bambang dan podium lainnya mendesak kapan pengumuman.
Terhitung aku bolak balik 3 kali dari panggung ke finish untuk konfirmasi upacara penyerahan hadiah.
Tapi intinya masih proses verifikasi

15 menit berlalu
Ditenda panitia samping finish mulai diumumkan potensial podium dan dipanggil satu satu untuk verifikasi. Akhirnya aku harus kembali Wira Wiri manggil Mbak Jeany , Ariani, Bambang dkk untuk ke tenda verifikasi.
Untuk kejadian ditenda panitia, aku tidak tahu wes. Selanjutnya ada sedikit diskusi, perdebatan dan kesalahpahaman yg alot disana. Tapi aku wes gak disitu. Aku memilih ke balai kota aja.
(Kalo pingin tau apa yg terjadi di tenda panitia, silahkan korek keterangan dari mulutnya Bang Jack, karena dia ketua Volunteer dan ikut duduk manis menyaksikan apa yg terjadi ditenda verifikasi)

Pilihanku ke venue depan balaikota ternyata salah.
Astaga, aku memang jadi orang yg serba salah kok.
Puluhan peserta yg sedang gibah ria, pada tanya:.
Mas gak ada doorprice a
Mas kok gak ada undian
Mas kok gak ada hadiah hiburan
Mas gak ada payung kek, Tumbler kek, kaos kek, jam dinding kek, handuk kek
Dll dll dll
Haloooo, 100% di semua event itu memang wajib ada doorprice.
Wajar kalo peserta menunggu dengan deg deg an kapan doorprice dibagikan.
Akhirnya aku ke panggung lagi menemui mbak Raisya cantik.
Mbak, ini apa ada doorprice ya. Tanyaku.
Gak ada Mas, disini gak ada doorprice. Jawabnya.
Mati aku. Batinku.
Dengan rasa takut aku ke kerumunan peserta dan dengan tegas bilang: mohon maaf tidak ada doorprice, jadi gak perlu menunggu disini, yg mau pulang silahkan segera pulang tegas padat singkat jelas .
Huuuuuuuuuuuuuuu zonk wes.
Tertawa sambil ngedumel para peserta langsung bangkit dari kuburnyaโ€ฆ..
Wes rek ojok protes ae.
Acara selesai.
Bubar barisan.

Sebenarnya masih banyak yg protes.
Ada peserta yg kesasar mau protes, karena dia harusnya podium
Ada peserta master yg yakin kalo dia podium tapi gak dikawal
Ada perdebatan antara peserta dgn mashalbike.
Kasihan mashalbike dimarahi habis habisan, dan aku gak bisa membela, itu terjadi didepan mataku sendiri.
Ada volunteer yg dimarahi peserta, ditunjuk2 dengan kata2 kasar
Ada volunteer yg akhirnya pakai jaket untuk menutupi kaos volunteer, karena takut dimarahi peserta
Ada volunteer yg kabur ke belakang mobil ambulans karena takut diprotes
Ada beberapa peserta (seingatku beliau adakah coach) yg marah2, dengan teman2nya berusaha mencari mana RD nya, siapa ketua panitia nya.
Sepanjang finish – area refreshment terjadi kericuhan gelombang protes.
Kasihan volunter yg jadi sasaran, karena mereka tidak terbiasa menerima protes
Beberapa Pacer juga aku ambil balonnya, aku suruh menghindari dari venue, supaya teman2 pacer tidak ikut diprotes.
Kecuali aku, wes biasa diprotes, wes kebal, udah dapat imunisasi protes jadi biasa aja kalo ada yg marah2. Udah pernah didemo 4.600 peserta event sebelah.
Udah pernah dimarahi peserta satu gedung pas ada masalah di event sebelah ๐Ÿคซ๐Ÿคซ๐Ÿคซ
Jadi kalo di protes peserta Malmar udah biasa aja

Selang 25 menit
Coba ke finish dan masih ada beberapa peserta yg belom finish.
Apesnya gak ada Sweeper. Jadi gak tau apakah semua peserta udah finish apa belom.
Dan aku lirik sekilas di tenda verifikasi masih ada konferensi meja bundar yg alot antar podium dan panitia.
Sempat dengar suara bentak2 dan sekilas ada yg marah2.
Aman nya aku menjauh saja
Kan aku Pacer bukan panitia hehehehe
Ke tenda drob bag dan akhirnya dapat jatah makan.
Ya ampun dari Sabtu sore sampai Minggu siang perut belom terisi makanan.
Baru nyadar,.
Akhirnya aku menikmati nasi di Tenda Birunya Desi Ratnasari.๐Ÿ“ฝ๏ธ๐ŸŽฅ
Makan dengan lahap.
Sambil sesekali bantu ambil nasi buat teman teman pacer yg lain.

Naluri gatel menuntun kaki ke finish.
Nah salah lagi. Beberapa volunteer yg belom dapat Jersey pada natap ke aku:
Mas aku belom dapat Jersey
Mas aku belom dikasih kaos
Mas mana Jersey kuโ€ฆ.
Astaga, rek. Arek arek. Njaluk Jersey iku Nang panitia. Huduk Nang aku. Jawabku.
Gak eroh mas, kudu Nang sopo, ratap mereka.
Lha kamu itu lho, acara sudah selesai kok baru ngomong kalo belom dpt Jersey volunteer. Mamange Nandi ae, tambahku.
Pokoke aku belom dapat mas. Tolong mintakan.
Aku langsung menghindar dari finish. Gak mau tambah stress.

Fix peserta finish semua.
Acara selesai.
Menuju both 360. Ternyata ada 15-25 an volunter kumpul.
Mmmmm masalah lagi nih batinku.
Mas minta godie bag.
Mas jatah godiebag kami belum dibagikan.
Mas ambil godiebag dimana.
Kan kan kan, onok maneh.
Ceritanya, ternyata mereka adalah volunter yg belom dapat jatah godiebag. Karena beberapa volunteer udah dapat. Tapi sebagian belom dapat.
Lha kok iso isone njaluk Nang aku.
Akhirnya 20an volunteer itu aku suruh minta ke bagian drob bag, karena semua logistik ada disana.
Akhirnya mereka seperti diskusi dgn beberapa tim, dan entah apa yg terjadi selanjutnya aku gak tau.

Oh iya, tadi sebenarnya medali 10km udah datang lagi. Jadi setelah kosong beberapa menit, medali 10km udah ready.
Tapi yg sudah dapat medali 21km pun ada yg tukar , ada yg gak tukar. Serah wes. Mumet.
Sisa medali aku kumpulkan di drob bag semuanya.

Jam 9:50 aku balik ke finish
Pinisirin ๐Ÿ˜๐Ÿ˜ bagaimana nasib podium.
Ternyata konferensi PBB belom selesai.
Beberapa menit aku menunggu, karena ada podium yg takut dan minta ditemani.
Sesekali aku melihat ketenda, nginceng yg didalam. Ternyata masih diskusi alot dan belom ada titik temu yg mesra.
Lelah
Capek
Suntuk
Eh di meja medali masih ada satu kresek nasi volunteer
Yo wes aku ambil 1 dan makan lagi ๐Ÿ™ˆ๐Ÿ™ˆ๐Ÿ™ˆ
Duduk selonjoran diaspal, bareng beberapa volunteer. Makan nasi kotakan lagi.๐Ÿฑ
Cacing di lambung sungguh berpesta pora menerima dua paket makanan Malmar.

Tak mau menambah masalah, jam 10:15 aku ke parkir, cabut dari Malmar
Dan aku otw ke MSC lagi
Dengan harapan akan menemukan kedamaian di Kaliandra.
Jam 11:45 sampai MSC
Dan sungguh dunia ini begitu sempit.
Parkir motor
Ambil drob bag MSC
Gelar sleeping bag diatas rumput
Kumpul dgn finisher MSC
Beberapa peserta MSC, dan juga crew (seingatku 12 orang) pada datang ketempat ku dan cerita dong Malmar tadi gimana
Kisruh apa
Jarene tengkar
Katanya medali habis
Finisher gak dpt Jersey ya
Gak ada pisang ya
Volunteer diprotes ya
Akeh seng nyasar?
RD kabur ya
Panitia gak ada ya
Dan bla bla blaโ€ฆ.
Ternyata aku ke MSC ini makin bikin pusing
Kejadian di Malmar dalam hitungan detik sudah sampai di venue MSC
Wes aku no coment jawabku

Pokoke kudu Koen tulis. Kudu di review. Awas lek gak wani ngeriview event e Dewe. Kudu jujur, ojok ngapusi. (Ancam salah satu pelari yg selalu setia menanti review ku setiap ada event)๐Ÿ†๐Ÿ’.
Iya Ko, siyap Ko. Jawabku meyakinkan De’e

Senin pagi leaderboard podium muncul
Tapi beberapa kali ada perubahan
Byk tersebar di grup
Senin muncul permintaan maaf dari EO
Eh entah EO entah Panitia
Maaf untuk semua yg terjadi.
Senin muncul foto2 oknum yg memakai Jersey crew/panitia yg sedang ada di Club’ malam hingga larut.
Dan netizen wakanda mulai cas cis cus menambah hangat suasana ๐ŸŒถ๏ธ๐Ÿซ‘
Padahal apa salahnya ke club. Enggak salah dong.
Duit duit sendiri kan wkwkwkw
Mungkin diskusi dan metting event
Entahlah
Senin muncul foto peserta tanpa bib.
Senin muncul semua hal.
Bahkan J99 Gilang juga minta maaf di akun sosmed nya.

Oh ya ingat, volunteer di medali mmg gak seberani aku (muji diri sendiri)
Ketika ada peserta minta medali, pasti dikasih. Dan ada beberapa peserta yg tanpa bib minta medali juga dikasih. Bilangnya bib jatuh, dibawa teman atau lainnya. Aku tau yg minta ini dari satu komunitas tiiiit, jadi volunteer takut akhirnya dikasih medali.
Aku sempat lihat ada peserta tanpa bib tertawa tawa memamerkan medali. Merasa berhasil dapat medali padahal tanpa bib.
Serah elo wes wahai warga wakanda.

Malmar

  1. Tidak ada pita di finish
  2. Tidak ada kalung potensial podium, jadi pas verifikasi ada beberapa yg mengaku sebagai podium
  3. Saat verifikasi harusnya cuma peserta yg hadir, tidak boleh ada tim, coach, keluarga atau teman podium
  4. Verifikasi harus KTP/identitas asli. Bukan foto di hp
  5. Verifikasi harus dgn data time chip, foto /video resmi dari tim fotografer, foto video saat check point’ dan di finish. Dan bib harus atas namanya sendiri.
  6. Podium harus bisa membuktikan dgn hasil di jam atau strava. Aneh aja hari gini ada potensial podium gak bawa jam atau sejenisnya.
  7. Sebelum lomba, harusnya ada panduan PDF, atau ada peta rute, entah di race pack atau di venue
  8. Start gak ada musik, terompet, pemanasan.
  9. Marshalbike podium harusnya 1-10, minimal 1-5 tiap kategori.
    Jadi ketika ada yg di diskualifikasi, urutan bawahnya naik keatas. 10. Marking minim dan ukuran kecil. Ditempatkan seadanya. Kalo dipindah oknum, tertiup angin pasti hilang.
  10. Harusnya CFD ditiadakan, kerjasama dgn pihak terkait. Kalopun ada CFD, harus ada cone yg rapat , jadi pengunjung CFD gak masuk lintasan lari.
  11. Minim Marshal (entah ada apa enggak)
  12. WS jangan botolan. Mempersulit pelari. Terutama yg cheetah2.
  13. Check point’harus ada yg mencatat dan ada fotografer.
  14. Tidak ada Sweeper.
  15. Tidak ada spons.
  16. Medis minim (aku gak lihat di rute).
  17. Sound sungguh minim dan kurang. Sound dipanggung gak menjangkau semua venue.
  18. Tidak ada chering sama sekali. Garing ๐Ÿฝ๏ธ๐Ÿซ–
  19. Regis sangat2 mahal. Lebih mahal daripada Jogja Maraton dan Borobudur Maraton.
  20. Kalo hanya 21km harusnya jangan memakai kata maraton. Semua juga udah tau kalo maraton itu 42km. Harusnya memakai nama Half Maraton. Seperti Suunto Half Maraton, Surabaya Half Maraton, LPS Half Maraton, dll.
  21. Harusnya podium diumumkan saat itu juga dan podium naik panggung saat itu juga serta Hadiah langsung diberikan. Ini jadinya event offline tapi podiumnya virtual

Oh ya, mumpung ingat
Kemarin banyak (beberapa) peserta master pada protes.
Karena yg master ternyata BIB warna sama dgn yg umum.
Ini yg membuat marshalbike kesulitan mengawal mana yg umum dan master (ya pasti sulit dan gak mungkin bisa membedakan)
Harusnya warna bib berbeda, jadi mudah mengawal yg open dan master.

Wes Yo
Trus apa lagi

Kagum dan salut pada Mas Gilang yg langsung minta maaf.
Juga pada EO / Panitia yg juga posting permintaan maaf secara terbuka

Tapi mungkin ini belum selesai.
Amukan netizen, terutama peserta masih akan terus berlanjut. Dan ini akan jadi hal buruk buat komunitas lari di Malang.
Sebagai catatan, di malang raya ada sekitar 30 komunitas lari. Gegara insiden Malmar, mau gak mau pelari di malang kena imbasnya. Bahkan ada beberapa yg kemudian mungkin akan blacklist event di Malang.
Jangan sampai seperti dikota sebelah.
2019 dulu ada event di kota MU Jersey finisher tidak ada, janji dikirimkan tapi Zonk. Sejak saat itu sampai sekarang tidak ada lagi event di kota itu.
Dikota BR juga pernah ada event WS habis, akhirnya EO di blacklist dan gak boleh bikin event di kota BR
Event di kota Anu pernah tanpa pengumuman podium, sejak saat itu tiap ada event disitu, peserta hanya dibawah 100, padahal dulu bisa 1000
Intinya EO, Panitia, MS Glow harus bisa memberikan hak peserta dgn baik. Sehingga next event di kota Malang bisa terlaksana dan banyak peserta yg ikut.

Sekedar usul (boleh ya nyumbang saran. Mau nyumbang duit juga gak punya duit) ๐Ÿง๐Ÿ”
Jersey finisher yg belom dapat harus dikirimkan. Sipp sudah dibuka pendaftaran yg belum dapat. Tapi harus segera dikirimkan, sebelum basi.๐Ÿ™
Dibuka juga kesempatan pada peserta 10km yg belom dapat medali atau tukar medali
Berikan hak volunteer. Yg belom dpt Jersey segera diberikan. Termasuk godiebag. Katanya volunteer akan dapat e-sertifikat. Segera diberikan. Dan hak hak volunteer lainnya.
(Btwโ€ฆ.. Dari 156 volunteer terpilih, kemarin kayaknya gak sebanyak itu yg datang).
Segera umumkan podium. Bentuk tim verifikasi dgn bukti chip time, foto, video terutama di check point’ dan di finish.

Akan lebih hebat lagi jika pihak MS Glow / Panitia mengundang semua
Panitia
Volunteer
Pacer
Podium
Beberapa captain komunitas lari di Malang
Adakan gathering untuk silaturahmi sekaligus pemberian hadiah buat podium
Ini akan mengobati luka yg masih menganga โคโ€๐Ÿฉน๐Ÿ’˜

Yakin, data peserta pasti masih ada.
Lebih sempurna lagi jika MS Glow mengadakan event lagi , gratis buat volunteer dan peserta Malmar
Sebagai penebus Malmar yg mengecewakan
Yakin dechโ€ฆ.. Sekelas J99 / MS Glow pasti bukan jadi hal yg besar untuk mengeluarkan dana demi memulihkan nama baik.

Semoga dan semoga terwujud.
Aamiin 3000x

Dan sampai hari Rabu ini, masih ada banyak yg WA minta bantuan / protes terkait Malmar.
Dan aku yakin bukan aku saja yg mengalaminya
Banyak pelari dari Malang , terutama captain2 pasti banyak ditanyai seputar Malmar.
Yg sabar ya gaesss.
Ini ujian ๐Ÿ‰๐Ÿ‡

Bagi podium, tetap sabar.
Aku tau kuku kalian sampai copot demi prestasi ini.
Ada yg kulitnya sampai hitam karena tiap hari latihan demi Malmar.
Ada podium yg walaupun cidera tetep nekad lari demi juara.
Ada yg dibela belain gak ikut event setahun demi Malmar.
Ada yg sampai kurus demi bisa lari kencang.
Dan sejuta cerita lainnya.
Kalian berhak mendapatkan apa yg sudah seharusnya jadi milik kalian.

Tetap harus berterimakasih kepada EO, Panitia, Galanesia, MS Glow, J99, Mas Gilang yg telah berusaha membuat event di Malang.

Kalian tau rasanya: abis trail 64km, selama 19 jam. Lalu lari 5km, lalu didemo, diprotes, digeruduk ratusan orang.
Capek tau๐Ÿฅœ๐Ÿผ

Terakhir yg jadi pertanyaan tanpa jawaban: mengapa Malmar harus mengambil tgl/hari yg sama dgn MSC?
Why oh why

Sumber: Eko Cahyono (Ketua Playon Malang)

Related posts

Bayi 4 Hari Masih Hidup Meski Tali Pusar Membusuk dan Dikerubuti Semut di Bantur, Malang

sinta

Satu Pelaku Penganiayaan Mahasiswa Unitri Ditangkap, Rektor Berharap Semua Tertangkap

sinta

Dishub Kota Malang Akan Revitalisasi Fasilitas Terminal Arjosari

sinta

Leave a Comment